Makalah
Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis IT
Disusun guna memenuhi tugas ujian tengah semester mata kuliah Teknologi Informatika yang diampu oleh :Sri Guno Najib Chaqoqo,,S.Pdi.,M.A
NAMA :AHMAD TAMIZIN NIM :11210014
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN SALATIGA)
Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis IT
A. Metode Pengajaran
Penerapan metode pengajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan efisien sebagai media pengantar materi pengajaran bila penerapannya tanpa didasari dengan pengetahuan yang memadai tentang metode itu. Sehingga metode bisa saja akan menjadi penghambat jalannya proses pengajaran, bukan komponen yang menunjang pencapaian tujuan, jika tidak tepat aplikasinya. Oleh karena itu, penting sekali untuk memahami dengan baik dan benar tentang karakteristik suatu metode. Secara sederhana, metode pengajaran bahasa Arab dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu: pertama, metode tradisional/klasikal dan kedua, metode modern.
1. Metode pengajaran bahasa Arab tradisional
Metode pengajaran bahasa Arab tradisional yaitu yang terfokus pada “bahasa sebagai budaya ilmu” sehingga belajar bahasa Arab berarti belajar secara mendalam tentang seluk-beluk ilmu bahasa Arab, baik aspek gramatika/sintaksis (Qowaid nahwu), morfem/morfologi (Qowaid as-sharf) ataupun sastra (adab).
2. Metode pengajaran bahasa Arab modern
Adalah metode pengajaran yang berorientasi pada tujuan bahasa sebagai alat. Artinya, bahasa Arab dipandang sebagai alat komunikasi dalam kehidupan modern, sehingga inti belajar bahasa Arab adalah kemampuan untuk menggunakan bahasa tersebut secara aktif dan mampu memahami ucapan/ungkapan dalam bahasa Arab. Metode yang lazim digunakan dalam pengajarannya adalah metode langsung (tariiqah al – mubasysyarah). Munculnya metode ini didasari pada asumsi bahwa bahasa adalah sesuatu yang hidup, oleh karena itu harus dikomunikasikan dan dilatih terus sebagaimana anak kecil belajar bahasa. .
B. Inonasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis IT
Kehadiran dan perkembangan teknologi yang sangat pesat telah menyebabkan terjadinya proses perubahan dramatis dalam segala aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Kehadiran teknologi tidak memberikan pilihan lain kepada dunia pendidikan selain turut serta dalam memanfaatkannya. Karena pada hakikatnya, teknologi adalah solusi bagi beragam masalah pendidikan saat ini. Kecanggihan, ketepatan serta kecepatan dalam menyampaikan suatu informasi menjadikan teknologi menduduki posisi penting di berbagai bidang termasuk di bidang pendidikan. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperluas jaringan pendidikan dan pembelajaran karena teknologi telah menjadikan ilmu pengetahuan lebih mudah diakses, dipublikasikan dan disimpan. Selain itu pemanfaatan teknologi diharapkan pula dapat mengurangi biaya pendidikan, serta memberikan sumbangsih terhadap upaya integritas ilmu pengetahuan.
Saat ini, sistem pendidikan yang tidak memanfaatkan teknologi akan menjadi kadaluwarsa dan kehilangan kredibilitasnya. Namun, di sisi lain ada juga pendapat yang menyatakan bahwa situasi ini lebih disebabkan oleh adanya konspirasi yang mengakibatkan terjadinya ketergantungan dunia pendidikan terhadap teknologi ini. Kedua pendapat itu tidak perlu diperdebatkan karena memiliki kesahihan tersendiri dari perspektifnya masing-masing. Justru, yang seharusnya menjadi perhatian adalah bagaimana dampak teknologi terhadap sistem pendidikan, terutama sistem pembelajaran, serta bagaimana strategi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Karena toh teknologi sudah berjalan dan sangat tidak mungkin untuk dapat dibendung. Dalam usaha mewujudkan hal tersebut, tentu diperlukan langkah-langkah strategis agar dapat diperoleh hasil yang optimal.
Bagi siapa pun yang sedang melakukan pembelajaran bahasa asing pada saat ini, dengan segala atributnya, teknologi menjadi hal yang tidak dapat dihindarkan lagi. Beragam kemungkinan ditawarkan oleh teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa asing. Di antaranya adalah sebagai sarana peningkatan dan pengembangan kemampuan profesional tenaga pengajar, sebagai sumber belajar dalam pembelajaran, sebagai alat bantu interaksi pembelajaran, dan sebagai wadah pembelajaran.
Perubahan budaya pembelajaran bahasa asing sebagai akibat pemanfaatan teknologi sangat bergantung pada berbagai komponen dalam sistem pendukung pembelajaran. Ada beberapa hal yang menjadikan teknologi kurang mendapatkan tempat dalam budaya pembelajaran bahasa asing di beberapa institusi pendidikan. Faktor yang paling utama disebabkan karena tenaga pengajar sebagai salah satu komponen terpenting yang sangat berperan dalam perubahan tersebut. tidak mempunyai skill yang mencukupi di bidang ini. Oleh karena itu, tenaga pengajar saat ini dituntut untuk memiliki kemampuan kreatif dan inovatif serta wawasan tentang perubahan tersebut. Di samping itu, tenaga pengajar juga dituntut untuk memiliki keterampilan teknis penguasaan teknologi agar dapat melakukan perubahan secara operasional, dan bersikap positif terhadap teknologi serta perubahannya.
Di samping tenaga pengajar, pembelajar juga perlu dipersiapkan, begitu juga para administrator pembelajaran, karena tidak ada perubahan yang terjadi secara isolatif dan dalam kondisi vakum. Dengan demikian, perubahan budaya pembelajaran yang diakibatkan oleh pemanfaatan teknologi bukan hanya untuk segelintir orang saja, atau satu dua komponen saja, namun berlaku bagi semua tatanan sistem pembelajaran, bahkan sistem pendidikan di suatu institusi pendidikan secara umum. Konsekuensinya, dampak maupun hasil dari perubahan budaya pembelajaran bahasa asing juga menjadi milik seluruh pihak yang berkontribusi di dalamnya.
Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa asing tanpa sadar telah mengubah kondisi akademik yang berjalan selama ini. Dengan teknologi ini kondisi-kondisi yang sifatnya tertutup dan telah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun temurun menjadi tersingkirkan atau bahkan lenyap dan digantingan oleh kondisi-kondisi yang bersifat transparan, terbuka, serta adanya proses evaluasi pembelajaran yang berkelanjutan.
Dewasa ini, perkembangan teknologi informasi dan multimedia amat pesat. Dunia cyber sudah tidak asing lagi bahkan telah menjadi trend dan bagian yang tak bisa lagi terelakkan dari kehidupan sehari-hari terutama bagi masyarakat modern. Dalam upaya integrasi antara teknologi (internet) dan pendidikan (pembelajaran bahasa), pembelajaran bahasa Arab dengan memanfaatkan media internet. Di antaranya bagaimana cara belajar :
1. Belajar Tata Bahasa Arab
2. Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Memahami
3. Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Memahami
4. Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Memahami
5. Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Memahami
ETIKA TEKNOLOGI INFORMATIKA MENURUT ISLAM
I. Pendahuluan
Teknologi informasi dewasa ini berkembang begitu cepat, seakan semua ilmu pengetahuan juga ikut berkembang mengikuti kecepatan perkembangan teknologi informasi. Dan ini wajar karena pengembangan untuk teknologi informasi terus menerus dilakukan dengan memanfaatkan semua ilmu pengetahuan yang ada. Dalam dunia Islam pemanfaatan teknologi informasi seringkali dilakukan dan salah satunya adalah digunakan untuk berdakwah. Dewasa ini dunia dakwah seringkali menggunakan teknologi informasi untuk mempermudah komunikasi langsung antara jamaah dan nara sumber. Belum lagi yang memanfaatkan multimedia agar dakwahnya lebih interaktif. Data penggunaan teknologi informasi sebagai media dakwah juga terlihat terlihat dari pegguna fitur-fitur Islami yang bisa diakses lewat internet, data statistik (Effective Measure) pengguna internet di Indonesia mencapai 39.100.000 (peringkat 8 dunia) jika diambil prosentase 50% saja yang meng akses fitur Islami maka 20 juta orang yang memanfaatkan teknologi informasi sebagai media dakwah baik secara kelompok maupun secara individual. Dan pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia dakwah akan meningkat ketika ada momen seperti bulan ramadhan.
II. Pembahasan
1. Agama vs Saintek (Science & Technology)
Di Indonesia, gagasan tentang perlunya integrasi pendidikan imtak dan teknologi ini sudah lama digulirkan. Profesor B.J. Habibie, adalah orang pertama yang menggagas integrasi imtak dan iptek ini. Hal ini, selain karena adanya problem dikotomi antara apa yang dinamakan ilmu-ilmu umum (saintek) dan ilmu-ilmu agama (Islam), juga disebabkan oleh adanya kenyataan bahwa pengembangan iptek dalam sistem pendidikan kita tampaknya berjalan sendiri, tanpa dukungan asas iman dan takwa yang kuat, sehingga pengembangan dan kemajuan iptek tidak memiliki nilai tambah dan tidak memberikan manfaat yang cukup berarti bagi kemajuan dan kemaslahatan umat dan bangsa dalam arti yang seluas-luasnya.
Kekhawatiran ini, cukup beralasan, karena sejauh ini sistem pendidikan kita tidak cukup mampu menghasilkan manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt sebagaimana diharapkan. Berbagai tindak kejahatan sering terjadi dan banyak dilakukan justru oleh orang-orang yang secara akademik sangat terpelajar, bahkan mumpuni. Ini berarti, aspek pendidikan turut menyumbang dan memberikan saham bagi kebangkrutan bangsa yang kita rasakan sekarang. Kenyataan ini menjadi salah satu catatan mengenai raport merah pendidikan nasional kita. Begitu juga pendidikan yang hanya mementingkan aspek agama saja akan menjadikan dunia tidak pada tempatnya atau penyalahgunaan wewenang akan semakin banyak dikarenakan kekurangpahaman tentang ilmu terapan atau teknologi. Karena etika moral akan efektif jika diterapkan pada aplikasi keilmuan terapan karena ilmu tersebut akan diterapkan secara praktis dalam dunia kerja sehingga integrasi adalah hal yang mungkin untuk dilakukan.
2. Perlunya Penguasaan Teknologi Informasi
Sudah menjadi pengetahuan umum (common sense) bahwa dasar dari peradaban modern adalah teknologi. Masa depan suatu bangsa akan banyak ditentukan oleh tingkat penguasaan bangsa itu terhadap teknologi., Dan penguasaan teknologi informasi wajib dilakukan oleh umat Islam karena beberapa hal :
- Karena pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan berasal dari sumber-sumber negara Islam yang telah dibawa oleh negara-negara barat. Dan tentunya ini juga merupakan perintah Allah Aza Wajalla dalam Al Qur an surat Mujaadilah :11 :
Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
- Karena Allah akan memberikan kearifan dan juga ketentraman kepada siapa saja yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Agar umat muslim tidak bergantung kepada dunia barat (umat lain), agar juga bisa membuat solusi-solusi terhadap persoalan umat. Salah satu contoh adalah ketika umat Islam bisa merencanakan pemetaan zakat untuk mengentaskan kemiskinan dengan memanfaat sistem informasi geografis (GIS). Umat Islam menguasai teknologi maka akan ada rasa damai dikalangan semua umat didunia.
“Allah berikan al-Hikmah (Ilmu pengetahuan, hukum, filsafat dan kearifan) kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al-Hikmah itu, benar-benar ia telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (berdzikir) dari firman-firman Allah.” (QS. Al-Baqoroh [2] : 269).
- Penguasaan teknologi Informasi akan membuat umat Islam untuk selalu mengetahui informasi terkini dan tidak gampang untuk dipecah belah oleh umat lain. Dan yang paling penting peringatan Nabi Muhammad lewat hadist yang beliau ucapkan 14 abad yang lalu mengenai setiap zaman adalah berbeda, artinya antara zaman kita dengan anak cucu kita akan berbeda karena perubahan semakin cepat. Rasulullah saw pun memerintahkan para orang tua agar mendidik anak-anaknya dengan sebaik mungkin. “Didiklah anak-anakmu, karena mereka itu diciptakan buat menghadapi zaman yang sama sekali lain dari zamanmu kini.” (Al-Hadits Nabi saw). “Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap Muslimin, Sesungguhnya Allah mencintai para penuntut ilmu.” (Hadis Nabi saw).”
3. Integrasi Teknologi dan Dakwah Islam
“Barang siapa ingin menguasai dunia dengan ilmu, barang siapa ingin menguasai akhirat dengan ilmu, dan barang siapa ingin menguasai kedua-duanya juga harus dengan ilmu” (Al-Hadist).”
Perubahan lingkungan yang serba cepat dewasa ini sebagai dampak globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, harus diakui telah memberikan kemudahan terhadap berbagai aktifitas dakwah Islam. Di sisi lain, memunculkan kekhawatiran terhadap perkembangan perilaku khususnya para pelajar dan generasi muda kita, dengan tumbuhnya budaya kehidupan baru yang cenderung menjauh dari nilai-nilai spiritualitas. Dakwah Islam memang harus sudah selayaknya untuk dibuat semenarik mungkin (interaktif) dengan memanfaatkan teknologi sebagai alat yang utama. Dari sisi positif, perkembangan teknologi telah memunculkan kesadaran yang kuat pada sebagian pelajar kita akan pentingnya memiliki keahlian dan keterampilan. Utamanya untuk menyongsong kehidupan masa depan yang lebih baik, dalam rangka mengisi era milenium ketiga yang disebut sebagai era informasi dan era bio-teknologi. Ini sekurang-kurangnya telah memunculkan sikap optimis, generasi pelajar kita umumya telah memiliki kesiapan dalam menghadapi perubahan itu.
Ada banyak hal yang sudah dihasilkan oleh teknologi untuk dakwah Islam sebagai bagian dari integrasi itu sendiri, Al Quran digital, akses hadist shahih yang bisa dilakukan dimana saja,silahturahmi yang tidak pernah putus karena sudah ada HP, jejaring sosial dan sebagainya. Bahkan media pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan game untuk memperdalam ilmu Islam itu sendiri.
4. Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sarana pemecahan masalah mendasar setiap peradaban. Kini umat Islam hanya sebagai konsumen sains yang ada sekarang. Kalaupun mereka ikut berperan di dalamnya, maka secara umum mereka tetap di bawah kendali pencetus sains tersebut. Ilmuwan-ilmuwan muslim masih sulit menghasilkan teknologi-teknologi eksak apalagi non-eksak untuk menopang kepentingan khusus umat Islam. Dunia Islam mulai bangkit (kembali) memikirkan kedudukan sains dalam Islam pada dekade 70-an. Pada 1976 dilangsungkan seminar internasional pendidikan Islam di Jedah. Dan semakin ramai diseminarkan di tahun 80-an.
Daftar Pustaka
- DR. Ahmad Hatta, Al Qur an dan terjemahan per kata.
- Yahya, Harun. Islam: Agama yang Berkembang Paling Pesat di Eropa. ww.harunyahya.com
- Mustafawi, Prof.Dr. Ayatulloh Sayyid Hasan Sadat.Peran Perguruan Tinggi Dalam Meningkatkan Keberadaan Islam.www.umj.ac.id
- Hafidz. Kegemilangan IPTEK di Masa Khilafah Abbasiyah.